Makassar 30 April 2025
Koordinator LSM Lantera Independen Pemerhati Aspirasi Nusantara ( LIpan Sul Sel ) kabupaten Luwu Ibu Prihartati Urip Kasih SH, memberikan tanggapan setelah melakukan pemantauan Langsung ke Lokasi proyek cetak sawah di kab Luwu Raya, kunjungan Ketua Umum, Ketua DPD lipan Sul Sel dan Tim Khusus pada tanggal 24 April 2026,
Ibu Prihartati Urip kasih SH dalam penjelasanya menjelaskan bahwa cetak sawah ini adalah program Nasional untuk menjaga dan meningkatkan ketahanan Pangan bahkan merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional ( PSN ) yang mana proses pekerjaan dan pelaksanaannya kami tidak terlalu paham, ini proyek PSN atau hanya sekedar proyek proyekan yang tidak jelas. Ujar Prihartati Urip kasih SH.
Dalam Kesempatan ini Saya sebagain Ketua Tim Khusus ujar junaidi Layyu akan memaparkan satu persatu lokasi serta hasil kerja Cetak sawah di kab Luwu Raya, data ini sesuai hasil Klarifikasi sebanyak 2 kali dan peninjauan Lokasi sebanyak 3 kali. Adapun datanya sebagai berikut kab.Lutim dari 518,10 Ha dilaksanakan hanya 320 Ha pelaksana PT. SDA Indo Gemilang. Kab. Luwu utara dari 724,47 Ha dilaksanakan hanya sekitar 299 Ha. PT. Gangking Raya dan Kab
Luwu dari 448 Ha dikerja hanya 277 Ha. PT. Borneo.
Dari data yang kami paparkan diatas sudah bisa kita tarik kesimpulan ujar junaidi Layyu
Yang menjadi tanda tanya bagi saya adalah proyek cetak sawah ini dikerja walaupun kontrak pelaksanaan hanya dua bulan dengan luasan hektar yang lumayan luas di setiap kabupatennya, kontraktor berkontrak di bulan November selesai di Desember 2025 ini sama saja proyek tidak masuk akal, proyek paksaan dikerja yang penting duitnya bisa keluar, sebagai Tim khusus saya sangat paham walaupun ada waktu perpanjangan pelaksanaan Pekerjaan tapi kan ada denda keterlambatan yang harus berlaku, nah….untuk apa bekerja kalau ada denda itu sama dengan gali lubang tutup lubang, hitungannya bagaimana dong ? dan akhirnya poyek ini berhenti di tengah jalan tidak selesai. Ibarat lebih banyak denda kebanding kontraknya, Ini kasus akan kami serahkan ke Media Center dan Ketua Umum untuk ditindak lanjuti pelaporanya ke APH.
Menurut Koordinator DPD LIPAN Sul Sel Kab Luwu, ibu Prihartati Urip Kasih SH. Ini akan menjadi perhatian atau catatan tersendiri buat kami dari LIPAN indonesia, jika melihat dengan menggunakan mata kepala sendiri cetak sawah tahun 2025 patut kami menduga ini adalah proyek Gagal harus di usut tuntas ujarnya. Cetak sawah ini ibarat proyek mainan saja,
Kontraktor berkontrak hanya 2 bulan, mereka bekerja tidak tuntas. terus dibayarkan sesuai apa yang mereka kerja, ini sama saja memberi pelung kepada kontraktor merugikan keuangan negara. karena hasilnya tidak sesuai harapan masyarakat sebagai penerima manfaat. Pokoknya kami sudah kantongi semua data datanya proyek ini akan kami proses sesuai aturan Tehnis Cetak Sawah yang berlaku dan kita berpegang pada Prinsip dari cetak sawah ini adalah Sawah Siap Tanam ungkap ibu Prihartati Urip Kasih SH selaku koordinator yang juga merupakan sosok pengacara di kab Luwu.









