Beranda / Uncategorized / Proyek Jalan Aspal Diduga Menjadi Ladang Bisnis, LSM LIPAN INDONESIA Minta KPK Segera Turun Tangan .

Proyek Jalan Aspal Diduga Menjadi Ladang Bisnis, LSM LIPAN INDONESIA Minta KPK Segera Turun Tangan .

Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LIPAN Indonesia Mengamati Beberapa Kondisi peroyek Pembangunan Infrastruktur Jalan Nasional dan Jalan Provinsi ditambah Maraknya Pemberitaan Terkait Ketebalan Aspal 4 cm apakah sudah sesuai Spesifikasi yang dibutuhkan ? Gimana dengan Mutu dan Kekuatannya ? Padahal Kita Pengguna Jalan Butuhkan Bisa Awet dan Tahan lama.

Menurut Ketua DPP LIPAN Indonesia Ir. Muchtar Baso, yang juga Dozen Teknik Sipil dan Konsultan Teknik Mengomentari Hal ini bahwa Untuk Mencapai Kekuatan Maximal Aspal itu bukan hanya tergantung Pada Ketebalan saja tetapi beberapa Faktor yang sangat Mempengaruhi Kwalitas atau Mutu diantaranya :
– Pemilihan Jenis Konstruksi Aspal yg digunakan. AC-BC, atau AC-WC atau jenis yg lain sesuai Kebutuhan.
– Pengolahan Campuran Aspal Asphalt Mixing Plan ( AMP ) harus sesuai dengan Job Mix Desighn ( JMD )
– Methode Pelaksanaan dilapangan Termasuk Pemeriksaan Suhu Aspal sebelum di hampar, Jumlah Minimal Lintasan Penggilasan/Pemadatan sesuai CBR yg dibutuhkan, Pengukuran Ketebalan disaat Gembur dan setelah dipadatkan.
– Bahan berupa Agregat, Bitument harus melewati Uji Laboratorium sebelum di Mixing. Ini yang jarang dilakukan kalaupun dilakukan kami duga Hanya sekedar kelengkapan adimistrasi saja tidak melewati pengujian yang sesungguhnya.

Dari hasil Pantauan dan Laporan Tim Investigasi Lsm LIPAN Indonesia Rata Rata Mengalami kerusakan di Usia Muda, setahun bahkan tidak sampai setahun sudah Berantakan.
Seperti Contoh kita bisa lihat disekitar jembatan Pute Maros itu kami amati setiap tahun hancur.

Muchtar Baso juga Menambahkan bahwa hal ini disebabkan Lemahnya Pengawasan Oleh Konsultan Teknik dan Terjadinya Pembiaran sehingga Kontraktor pelaksana bekerja hanya sesuai seleranya.
Kemudian Tenaga Lapangan yang digunakan Baik Kontraktor maupun Konsultan kami Jumpai Bukan Tenaga Ahli yang memang Paham dan Profesional di bidangnya, padahal dalam Kontrak Jelas Pemenang Tender baik itu Kontraktor dan Konsultan harus menggunakan Tenaga Ahli sesuai RAB yg telah disepakati oleh Dinas Terkait.

Dan disayangkan Pihak Direksi / PPK terkesan Pembiaran.
Yang celakanya Jika Mengaspal disaat Hujan dan Aspal sudah kondisi Dingin dan tidak layak dihampar.
Hal inilah semua yang menimbulkan Kualitas dan Kuantitas pekerjaan tidak sesuai Spesifikasi dan RAB sehingga menimbulkan Kerugian Keuangan Negara.

Ketua Umum LIPAN Nasir Azis memberikan pendapatnya kadang Saya berfikir mungkin lebih baik proyek jalan kita kembali menggunakan metode ” Aspal Tenteng ‘ saja, karena sangat jelas penggunaan aspalnya dan itu jauh lebih lebih kuat dan tahan lama dibandingkan Aspal Hotmix sekarang cantik mulus tapi cepat rusak. Kami meminta KPK Turun tangan mengingat setiap tahun anggaran proyek untuk jalan dan biaya Oprasional pemeliharaan jalan baik dari pusat dan daerah menelan biaya Trilyunan dan hasilnya tidak maksimal, diduga adanya pembiaran dalam Pemenuhan kwalitas aspal yang menurut saya sangat berpengaruh pada hasil akhir pekerjaan aspal itu sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *