MAKASSAR –
DPK LIPAN Makassar memberikan sorotan tajam terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan kepada siswa selama bulan suci Ramadhan. Pasalnya, paket makanan yang diterima dinilai jauh dari standar gizi dan tidak sebanding dengan besaran anggaran yang telah dialokasikan pemerintah.
Berdasarkan temuan di lapangan dan laporan dari orang tua siswa, paket makanan yang dibagikan hanya berisi sepotong roti tawar, satu buah pisang, sebuah jeruk, dan satu kotak susu kecil berukuran 125 ml.
Kesenjangan Anggaran dan Realita.
Ketua LIPAN Makassar menyatakan bahwa komposisi menu tersebut sangat memprihatinkan. “Kami mempertanyakan ke mana larinya sisa anggaran jika melihat menu yang hanya berupa roti dan buah-buahan sederhana seperti itu.
Di bulan Ramadhan, seharusnya asupan gizi untuk anak sekolah lebih diperhatikan agar mereka tetap bertenaga,” ujarnya
Beberapa poin yang menjadi sorotan utama LIPAN Makassar antara lain:
Nilai Ekonomis Rendah: Estimasi harga pasar untuk paket tersebut (roti, pisang, jeruk, dan susu 125ml) dianggap jauh di bawah pagu anggaran per anak yang seharusnya.
Standar Gizi Terabaikan: Menu tersebut dianggap hanya mengandung karbohidrat dan sedikit vitamin, namun sangat minim protein yang menjadi poin utama dari “Makan Bergizi”.
Transparansi Pengadaan:
LIPAN mendesak pihak penyelenggara atau vendor untuk membuka rincian penggunaan anggaran per paket makanan.
Desakan untuk Audit Menyeluruh.
LIPAN Makassar menegaskan akan segera menyurat ke instansi terkait untuk meminta klarifikasi mengenai spesifikasi teknis (Spek) menu yang disepakati dalam kontrak program MBG ini.
”Jangan sampai momentum bulan suci Ramadhan dan program nasional yang mulia ini justru dijadikan ajang untuk mencari keuntungan pribadi oleh oknum-oknum tertentu dengan memotong hak gizi anak-anak kita,” tegas perwakilan LIPAN.
Pihak lembaga juga meminta Dinas Pendidikan dan pihak berwenang di Makassar untuk melakukan evaluasi mendadak (Sidak) terhadap proses distribusi dan kualitas makanan agar kejadian serupa tidak terulang di hari-hari berikutnya.
**Anggaran MBG Ramadhan *Dipertanyakan, Menu yang Diterima Siswa Dinilai Tak Layak*









