Senin 26 /1/ 2026.Kegiatan Desiminasi Workshop atau Pembelajaran Mendalam ( PM) merupakan Kegiatan tindak lanjut dari keikutsertaan perwakilan Guru, sekolah Madrasah MIS Muhammadiyah Bujung Tangaya dalam Bimbingan Teknis Pembelajaran Mendalam, Koding dan Kecerdasan Artifisial dan Penguatan Pendidikan Karakter, yang di selenggarakan oleh Majelis Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah, bekerjasama dengan Kemendikdasmen, yang dilaksanakan di Makassar pada tanggal 26 S/d 30 November 2025.
Pada kegiatan Diseminasi workshop pembelajaran mendalam yang berlangsung di kantor MIS muhammadiyah Bujung Tangaya yang diikuti oleh guru, beserta orang tua siswa, kegiatan workshop ini di pandu langsung oleh Ibu Ernawati S Ag, kegiatan ini diawali dengan pembukaan disertai sambutan oleh Kamad MIS Muhammadiyah, Ratnasari S.pd M pd, beliau menekankan betapa pentingnya inovasi dalam pendidikan dimana pendidikan merupakan pondasi yang krusial bagi masa depan anak.
Beliau juga menyampaikan harapan agar Diseminasi workshop atau pembelajaran mendalam, koding dan Kecerdasan Artifisial dan penguatan pendidikan Karakter ini, dapat memberikan dampak positif yang signifikan.
Nurul Azysah Tamrin S.Pd yang menjadi Narasumber Diseminasi Koding dan Kecerdasan Artifisial memberikan suasana pembelajaran di era digital. Guru dikenalkan pada berbagai Aplikasi sederhana AI yang dapat mendukung proses belajar mengajar, sekaligus diajak merancang konten digital yang kreatif dan inovatif. Dan juga mengajak para peserta Diseminasi untuk memahami konsep pembelajaran mendalam yang menekankan pada penciptaan suasana belajar dan proses pembelajaran berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan melalui pola pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga secara holistik dan terpadu.lebih jauh para peserta diajak menyusun perencanaan pembelajaran mendalam untuk menciptakan lingkungan belajar yang terstruktur menarik dan sesuai dengan kebutuhan siswa.
Ernawati S.Ag yang juga merupakan salah satu narasumber pada kegiatan diseminasi workshop atau pembelajaran mendalam pendidikan penguatan karakter, menekankan kepada peserta untuk menanamkan nilai – nilai islami, terutama dalam hal berpakaian karena guru adalah role model utama bagi siswa, yang wajib memberikan teladan nyata dalam perilaku, moral, dan disiplin sehari – hari.
Menanamkan nilai – nilai islami sebagai Guru role model ( uswah hasanah ) adalah metode pendidikan yang paling efektif, karena siswa cenderung meniru apa yang mereka lihat dari pada apa yang mereka dengar.
Antusiasme peserta tampak jelas sepanjang kegiatan, terutama saat mencoba mengintegrasikan Kecerdasan Artifisial dalam mata pelajaran yang mereka ampu, dan saat mengisi lembar kuis kepribadian.semangat ini diharapkan menjadi awal dari transformasi nyata dalam kelas.









