Makassar di kutik dari media INFOPENDIDIKAN.BIC.ID –
Di tengah gempita persiapan menyongsong Indonesia Emas 2045, dunia pendidikan nasional justru menerima “tamparan keras” di penghujung tahun. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi merilis hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMA/SMK tahun 2025. Hasilnya bukan sekedar mengecewakan, melainkan meremehkan: literasi dasar siswa Indonesia dalam Matematika dan Bahasa Inggris berada di titik nadir.
Data rerata nasional menunjukkan skor Matematika Wajib hanya mencapai 36,10 dari skala 100. Lebih memprihatinkan lagi, skor Bahasa Inggris Wajib terpuruk di angka 24,93 . Angka-angka ini bukan sekadar statistik dingin; mereka adalah representasi dari jutaan siswa yang lulus sekolah tanpa menguasai kompetensi fundamental yang dibutuhkan untuk bersaing di pasar kerja global.
Berikut visualisasi data perbandingan capaian TKA 2025 berdasarkan jenjang pendidikan:
Raport Merah Akademik: Capaian TKA Nasional 2025
rapor merah pendidikan tka nasional 2025
Perbandingan rerata nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2025 berdasarkan mata pelajaran (Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris) dan jenjang pendidikan (Rerata Nasional, SMA, SMK).
Kesenjangan SMA dan SMK yang Menganga
Jika dibedah lebih dalam, data TKA 2025 menyingkapkan disparitas kualitas yang nyata antar jenjang pendidikan.
Matematika:
Siswa SMA mencatatkan rerata 37,23 , angka yang masih sangat rendah untuk standar kelulusan akademis.
Siswa SMK , yang digadang-gadang sebagai tenaga kerja siap pakai, justru lebih rendah di angka 34,74 . Ini menjadi ironi, mengingat logika matematika adalah dasar dari kemampuan teknis dan kejuruan.
Rekomendasi utama meliputi:
Reformasi Pelatihan Guru: Menghentikan seminar seremonial dan menggantinya dengan pelatihan pedagogi matematika/bahasa yang intensif di dalam kelas.
Kurikulum Darurat Literasi: Mempertimbangkan intervensi khusus untuk mengejar ketertinggalan numerasi, bukan sekedar menuntaskan materi kurikulum yang padat.
Evaluasi
SMK: Meninjau ulang kurikulum vokasi agar relevan dengan kebutuhan industri, terutama penguatan logika dasar (matematika) sebelum masuk ke keterampilan teknis.
Tahun 2025 meninggalkan pekerjaan rumah terbesar bagi bangsa ini. Jika skor 36 dan 24 ini tidak segera dikoreksi, impian Indonesia Emas berisiko hanya menjadi slogan kosong di atas kertas.
Raport Merah Pendidikan 2025: Matematika 36, Bahasa Inggris 24, DPR Bunyikan “Alarm Bahaya” Perlu Peningkatan Kapasitas Guru Bidang Mata Pelajaran Matematika.









