Beranda / Nasional / Proses Pengembalian Siswa MIN Bontolangkasa yang ada di Bulucindea Jalan di Tempat LSM LIPAN Minta KAKANMENAG Pangkep Evaluasi Jajarannya

Proses Pengembalian Siswa MIN Bontolangkasa yang ada di Bulucindea Jalan di Tempat LSM LIPAN Minta KAKANMENAG Pangkep Evaluasi Jajarannya

Junaidi Layyu selaku ketua Tim Kerja Lipan Indonesia baru baru ini di sekertariat DPK Lipan Pangkep jalan poros Bontoa Tonasa II mengelar rapat dengan jajaran pengurus Lipan Pangkep, pembahasan terkait kasus perpindahan siswa MIS Muhammadiyah Bulucindea mengingat kasus ini sudah berlalut larut tidak ada penyelesaian, sepertinya Kemenag Tidak mampu mengambil langkah tegas terkait permasalahan ini entah apa sebabnya. Atau kasus ini dianggap sepele oleh Kemenag Pangkep.

” Saya beranggapan bahwa Kemenang Pangkep tidak peka terhadap persoalan Pendidikan Madrasah yang ada di kab Pangkep padahal tidaklah terlalu susah hanya perlu ketegasan saja, masa Kemenang Pangkep mau diatur oleh orang tua siswa terkait tempat pembelajaran “. Ujar junaidi

Junaidi Layyu menambahkan bahwa kasus perpindahan siswa MIS Muhammadiyah Bulucindea ke MIN Bontolangkasa tidak sesuai aturan dan perundangan serta S.O.P dari Kementrian Agama RI. kasus ini sudah di laporkan ke Kejaksaan Negeri Pangkep hanya saat ini Pihak kejaksaan belum meningkatkan proses penyelidikannya meminta agar dilakukan mediasi terlebih dahulu untuk mencari jalan keluar dari permasalahan ini.

Namun sampai saat ini Pihak Kemenag Pangkep tidak mampu melakukan apa yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya sebagai pembina khususnya dalam dunia pendidikan Madrasah, persoalan ini seakan akan Pihak Kemenag Pangkep tidak mampu berbuat apa apa padahal sudah jelas Apa yang menjadi problema selama ini

Saya akan memaparkan persoalan ini berharap agar pihak Kemenag Pangkep bisa membuka mata dan hatinya, apa yang terjadi selama ini salah besar, bahkan di nilai terjadi pembiaran. Saya paparkan singkat saja yah…..sekali lagi saya perlu sampaikan agar permasalahannya bisa dipahami oleh semua orang, agar tidak gagal paham, awalnya pada bulan November tahun 2024 beberapa guru dari MIS Muhammadiyah termasuk Kepala Sekolah mengundurkan diri dan keluar dari MIS Muhammadiyah dan membokong beberapa siswa jumlahnya kurang lebih dari 108 siswa, dan siswa tersebut secara Adimistrasi tercatat dipindahkan ke MIN Bontolangkasa,

Siswa mengajukan perpindahan pada tanggal 04 Desember 2024 dan pada tanggal 5 Desember 2024 sudah resmi Pindah secara Kolektif di MIN Bontolangkasa. Menurut kasi penmad Perpindahan ini atas dasar keinginan orang tua siswa sendiri katanya, namun kenyataan saat ini orang tua tidak ada yang menginginkan anaknya belajar di MIN Bontolangkasa karena jauh. Sekarang apa yang menjadi pemikiran orang tua siswa saat itu ketika memindahkan anaknya ke MIN Bontolangkasa kalau orang tua siswa sendiri akhirnya tidak ingin anaknya mengikuti proses belajar di MIN Bontolangkasa.

Jadi kasus ini memang lucu ujar junaidi Layyu ke pada Lantera Independen News, coba kita berfikir lebih jernih, saat ingin memindahkan anaknya orang tua siswa sendiri yang berbondong bondong ke Kantor kemenang pangkep untuk meminta anaknya dipindahkan ke MIN Bontolangkasa. Tapi ketika diminta siswa kembali belajar ke MIN Bontolangkasa Orang tua Siswa kembali berbondong bondong ke kantor kemenag agar anaknya jangan di pindahkan ke MIN Bontolangkasa untuk sekolah…… Sekarang pertanyaannya siswa yang belajar di Al Hijrah status kesiswaanya dimana ? itu kan siswa yangbsudah terdaftar di MIN Bontolangkasa ya harus sekolah dan belajar di MIN Bontolangkasa dong ???

Yang membuat saya heran kok kemenang pangkep membuat pembelajaran kelas jarak jauh untuk MIN Bontolangkasa sementara ruangan kelas di MIN Bontolangkasa masih Mampu menampung siswa pindahan, jadi sangat tidak masuk akal jika ada kelas jarak jauh dibuka oleh Kemenang Pangkep. Apalagi siswa dan Gurunya semuanya adalah pindahan dari MIS Muhammadiyah dan jaraknya sangat dekat dengan sekolah yang ada hanya berjarak sekitar 100 Meter,

Menurut Junaidi Layyu saya berani mengatakan pembelajaran kelas jarak jauh ini di inisiasi oleh kemenang Pangkep saat itu karna hasil penulusuran Tim Kerja mendapatkan info dari orang tua siswa bahwa siswa bisa belajar di Gedung Al hijrah karena telah mendapatkan ijin dari Pihak Kemenag Pangkep, mereka bisa melakukan Proses belajar mengajar dengan Program Pendidikan kelas jarak jauh katanya.

Tindakan yang diambil Kemenang Pangkep saat itu melalui kasi Penmad sudah jelas sangat bertentangan dengan Peraturan Mentri Pendidikan dan Kementrian Agama, proses belajar kelas jarak jauh tersebut tidak memenuhi syarat untuk di terapkan bagi siswa yang belajar di gedung Al Hijrah, pendidikan kelas jauh hanya dapat dilaksanakan jika terjadi keadaan darurat atau tidak ada sekolah diwilayah tersebut tapi ini kan ada 2 sekolah di sekitarnya.

Kenapa proses perpindahan siswa MIN Bontolangkasa yang ada di Bulucindea kembali belajar di MIN Bontolangkasa lama terealisasikan itu karena Kemenang pangkep tidak tegas. Padahal itu sangat mudah cukup Kakamenang Pangkep perintahkan kasi Penmad agar Kepala Sekolah MIN Bontolangkasa Bapak Muh Takdir SPd. untuk segera menarik seluruh Siswa MIN Bontolangkasa yang belajar di Gedung Al Hijrah tanpa adanya alasan.

Persoalan orang tua tidak terima kalau anaknya dipindahkan belajar ke MIN Bontolangkasa bagi saya pribadi sangat tidak beralasan sama sekali karena dari awal Orang tua siswa sendiri yang minta anaknya untuk di pindahkan ke MIN Bontolangkasa, kalau anaknya tidak mau sekolah di MIN Bontolangkasa, silahkan mintakan anaknya surat pindah dari MIN Bontolangkasa, nanti mau sekolah dimana tergantung orang tua siswa anaknya mau sekolah dimana, yang jelas anaknya harus mengikuti pembelajaran di sekolah resmi yang memiliki ijin dan terdaftar

Saya tinggal menunggu ketegasan Kakanmenag Pangkep untuk menyelesaikan masalah Siswa MIN Bontolangkasa , siswa tersebut harus di kembalikan ke sekolah induk untuk mendapatkan pembelajaran yang lebih layak, mengingat MIN Bontolangkasa adalah sekolah Madrasah Negeri mempunyai gedung dan Guru pengajar dan staf yang memenuhi standar untuk proses belajar mengajar dan tak diragukan lagi kompetensinya ujar Junaidi layyu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *