Sekertaris Jenderal LIPAN Indonesia Abd Rauf M. Baru baru ini melakukan dialog bersama awak media Lipan Indonesia News. Membeberkan permasalahan kenapa Rokok ilegal susah di basmi di indonesia. Menurut Abd Rauf bahwa rokok adalah ladang bisnis yang berbasis royalti yang sangat tinggi menggingat indonesia adalah pengkomsumsi rokok terbesar di dunia wajar saja jika banyak lahir rokok bermerek dan murah.
Rokok banyak diproduksi dengan harga yang murah karena produksinya tidak tercatat serta penggunaan cukainya tidak sesuai. Bahkan ada yang tidak menggunakan Cukai, menurut rauf jika Rokok 20 batang kemasan dipasang Cukai 7.200 isi 10 Batang. Dijual harga 15.000./ bungkus maka pengedar rokok ilegal telah merugikan negara Rp 12 800./Bungkus jadi kalau produksinya 10.000. bungkus perhari maka kerugian negara diperkirakan mencapai Rp 3.328.000.000. perbulan atau 26 Hari kerja.
Jadi jika pengusaha Rokok ilegal didapat dia hanya dituntut penjara selama 5 Tahun dan denda sebesar Rp 50.000.000.- dia anggap dendanya sangat ringan karena penghasilannya sebulan dengan produksi rokok 10.000 bungkus perminggu mencapai keuntungan milyaran rupiah dan di duga pengusaha Rokok ilegal memiliki Orang Kuat di APH sebagai becking. Rokok Ilegal adalah bisnis yang menjanjikan keutungan yang luar biasa.
Pelanggaran Rokok ilegal adalah Undang undang No 39 Tahun 2007 pasal 29 dan bahkan memungkinkan masuk pada UU Persaingan Usaha tidak sehat. Sudah banyak produsen rokok resmi yang mulai tutup pabrik dan mengurangi berproduksi karena kalah persaingan harga dengan rokok Ilegal. Pemerintah harus melakukan evaluasi Terhadap UU rokok Ilegal, pengusaha rokok ilegal harus mendapat hukum yang setimpal dengan perbuatanya, pengusaha Rokok ilegal tidak pernah tersentuh yang tersentuh hanyalah pengedarnya makanya bisnis rokok Ilegal tetap berjalan jika pemerintah betul betul ada niat menghilangkan Rokok Ilegal di indonesia harus dimulai dari membersihkan istanyang ikut bermain di dalam peredaran rokok ilegal Ujar rauf.
LIPAN Indonesia ” Peredaran Rokok Ilegal di indonesia Merugikan Negara Milyaran Rupiah Tapi Ancaman Hukumannya Ringan.”









